Posts

Albuk Fiersa Besari 11:11

Image
Saya tak pernah menduga bahwa Bung Fiersa Besari selalu menunjukan karya yang sebegitunya. dan atas konsistensi yang tinggi. Bung terus menulis sampai terbit berbagai karyanya yang saling bersatu. 11:11 adalah album yang pernah di luncurkan pada tahun 2012 akan kembali hadir ke permukaan dengan tema albuk, yaitu album buku. Me-madupadakan musik dengan naskah yang saling beri-iringan. dari nama album dijelaskan bahwa 11 berarti mempunyai sebelas cerita, dan 11 lainnya yaitu isi album ada 11 lagu. dan akan ada konser 11:11 pada bulan kesebelas yaitu November. Memang saling menyatu, ini adalah albuk kedua karya Fiersa Besari. Sebelumnya yaitu albuk Konspirasi Alam Semesta naskah yaitu naskah yang saling menyambung antara cerita dan makna lagu.



Daftar lagu yang ada di album 11:11 kalian pasti tak asing lagi, memulai karir musiknya dari penjaga studio rekaman. Hingga kini mampu berjuang bersama kerabat kerja. Sebenarnya Bung Fiersa Besari harus di sebut apa? Musikus kah? Penulis kah? Peng…

Sunyi di Dinding Kamar

Image
Sejauh apapun kau berlari menjauhiku, aku tidak akan pudar. Pelantaran rumahku dihiasi senyumanmu. Tidak pergi dan tidak kembali. Memunggungi-ku lagi dan terus menerus. Aku tak merasa sepi, hatiku ialah kebun ingatan.Kau boleh mengunjungi, lalu meninggalkan. Kelakar pikiran di tepi kenestapaan membawaku terbang menembus awan. Jika kau tersadar kau memabukkan, tuangkan lagi secangkir senda gurau. Agar ku mampu bertahan hidup lebih lama dari selamanya.

Kelak, jika aku mampu mencapai segala bising yang terurai di sebagian ingatan. dan memungutinya satu persatu tanpa ada paksaan. Ku mau ditemanimu. Sepi dan sunyi biarlah pergi. Menyusuri jalannya sendiri. Tiba saatnya ku terjatuh tanpa bersuara, ku harap kau tetap bersamaku. Menopang segala cemasku, merebahkan semua egoku. Menenangkan damai duniaku. Bisakah kau berjanji tuk malam ini? Jaga tidurku sampai aku terbangun tanpa ada satupun rasa sakit. Terlalu egois memang, Namun apa kau mau meninggalkan-ku juga tanpa suara?

Sesungguhnya hidu…

Aku dan Sepasang Lelah

Image
Aku,
Tak pernah takut kehilanganmu. Aku takut kehilangan diriku. Yang sudah ada pada dirimu. Aku, tak pernah berhenti berlari. Kau tak pernah berhenti menjauh. Aku tidak pernah berhenti berjuang. Kau tidak pernah berhenti menghindariku. Sepasang lelahku sudah mengepakan sayapnya. Menanti sayap-sayap selanjutnya, sampai akhirnya aku tersadar. Bahwa lelahku juga punya batas. Kehilangan mengajariku berbagai cara untuk terbang. Kehilangan menyadarkanku akan satu hal, ada yang pantas aku kejar. Bukan kamu, bukan siapapun. Bukan apapun yang menentang. Namun, suatu kebahagiaan.

Temani aku,
saat-saatku berjuang, dan bila semua terasa sudah nyata. Peluk aku lebih lama lagi. Biarkan perasaanku nyaru dengan udara. Pernah aku berfikir untuk berhenti. Hatiku menolak, hati tak selamanya harus di atur oleh otak. Aku hindari segala ingin yang tak perlu, bila kau merindukanku. Datanglah di tempat dimana aku tak bisa kemana-mana. di ruang waktu yang memenjaraiku hebat. Kau tak perlu melawan sepimu, ya…

Sebuah-pesan-untuk-semesta

Image
Aku merasa jiwaku hidup diantara langit gelap, mendung, dan hujan. Burung camar dari luar jendela menelan sebagian nyala awan. Sedang, ranting pohon tak layu menanti datangnya petang. Sebagian udara terhirup menusuk hingga tergetar seluruh badan. Aku hembuskan setelahnya. Semesta berhasil merentangkan sebagian ingatan. Aku tuliskan sajak-sajak ku yang telah usang. di kertas hambar tanpa rasa

Semesta mulai ingkar janji, pada yang katanya mampu menyejukan. Menenangkan. Aku tak perlu ini itu, apapun itu. Sebagian dari diriku sudah hilang di lenyapkan oleh yang katanya tuhan. Sunyiku perlu di rebahkan di pelantaran langit langit yang sebentar lagi turun hujan. Basahi aku, sampai aku terjatuh sampai ke arah paling tanjung bumi. Sampai suatu hari, kau akan tersadar tentang bagaimana caranya merayakan jatuh.

Sebuah cerita yang mungkin akan di dengar tuhan, tentang masa dimana aku harus membagi sebagian pikiran untuk menerjemahkannya bersama waktu. Tunggu aku menjadi segala ingin yang kau ma…

Di batas senda gurau

Image
Aku sepi yang kau nyalakan, menari diatas pangkuan sang mentari. Aku terbakar nyala api, kau bertanya kenapa aku bertahan. Aku bertanya kenapa kau bertanya. Sebelum aku mati, sudikah kau membuka ulang semua pernyataan, tentang dirimu yang telah tinggal dibatas samar jenuh yang tertahan. Biarkan cakrawala memberikan sekat untuk kita, agar aku mampu berusaha lebih jauh. Dalam sepi yang kurasa sudah mulai gaduh, aku disudutkan dengan sesuatu yang membuatku terjatuh. pada titik dimana aku baru mulai berjalan. Suatu hari, saat senyum-mu bukan lagi untukku, aku harap kau mengerti. Bahwa aku tak selamanya jauh. Aku masih tepat disebalahmu. Menyamar menjadi aroma tubuhmu. Hingga kekal.

Lelaki itu ialah aku, yang tak rela melihatmu terluka. Buatkan aku secangkir duka, dan sepotong hening senja. Sepagi ini aku terbangun dengan hati yang tinggal separuh. Heningnya mengusik getir rindu, mendesah menghujat waktu. Hilangkah semua rasa? Pudarkah semua asa?

Lelaki dan kesunyiannya, memeluk malam. Te…

Walking without appreciation

Image
Sebenarnya, hidup bukan tentang bagaimana cara memandangnya. dan seperti apa menjalankannya. Sesungguhnya, hidup bak aksa yang mengangkasa. Tebar dan mengaum. Menerbitkan jalan baru, menyusuri mimpi yang lain. Bayangan itu mengikuti dari belakang, menagih perjanjian yang disepakati semalam, tentang apa dan dimana hidup terlaksana. Jiwaku mulai tersadar akan satu harapan yang lambat laun terlupakan. Menjadikannya berjarak dan berasa. Meninggalkan kenang yang mengekang untuk menariknya kembali di pikiran. Sebagian orang menanyakan untuk apa dan akan jadi apa nantinya. Pada setiap langkah yang pelan-pelan menjauh, aku menaruh patuh yang tak taat pada diri sendiri. Sampai aku menua, akan ada ini dan itu yang kau mau.

Hidupku hidupmu ataupun hidupnya akan terus berjalan sendiri, tanpa sebuah penghargaan yang begitu berarti. Mengelilingi perjumpaan kasih sayang dan isak tangis kepergian. Kepadanya, yang berkepala api, aku tak pernah meminta apapun. apapun. Sebab, hitam tak selamanya hitam.…

Suatu Malam Kelam

Image
Malam itu aku terpaku pada sebagian hamparan yang ku rasa tak bisa digambarkan, angin melantunkan desirnya yang menusuk ke dalam tebal jaket yang lupa ku rapatkan. Sedih menyala-nyala, apa yang menurutku membahagiakan seketika itu juga hilang. Di telan dinginnya. aku masih saja menatapnya, matanya binar. Kemudian kembali gelap, aku hilang arah. Mengikuti kata hati, menjalankan isyarat bumi. ia memilih pergi, ke tempat yang menurutnya lebih baik. Aku lupa meminta dengan paksa hatiku yang tertinggal.

Untuk menjadi baik, melupakan segala buruk. Aku tak sepantas itu, hati tidak bisa direparasi, Enyahkan aku ke dasar jiwamu, segera. Sebelum aku menghilangkan diriku. Ke jurang paling dalam dan mati. Aku membakar api, tinggalkan aku. Biar aku terbakar sendiri. Sudikah kau melupakan segala kenang yang kita cipatakan bersama? Sudikah kau membiarkanku pergi tanpa permisi? Sudikah kau menjadi dirimu sendiri dan menutup akhir cerita dengan sedikit hiperbola? Biarkan aku mendaur ulang rindu sendi…