Posts

Showing posts from 2015

Lelah tak berkesudahan

Kita, lewat Kata

Kita tinggal separuh, dimakan ego kita sendiri. Aku bisa mati berdiri, jika kamu tak lagi disini. Matahari terbenam memerah, Mungkin kau sedang marah. Memutuskan untuk pergi. Dan kini aku tak tau arah. Hatiku tak pernah mencari, ia jatuh sendiri. Mari membilang kita lewat kata.

Apakah kita adalah kita?

Sebut saja aku si pandai mengolah kata, tapi tak pandai mengolah kita. Kita hanya dua orang yang pernah, saling pernah, hanya pernah dan tak pernah lagi. Terkadang aku sering merasa denganmu, tapi tanpa kamu. Aku sendiri. Menyendiri sambil berdiri. Kita sudah tak bisa dipungkiri. Perpisahan adalah harga mati.

Apakah kita adalah ada?

Hanya karena aku selalu ada, tapi tetap saja kalah dengan yang berada. Mungkin terlalu pahit seperti ampas kopi yang aku telan kemudian aku muntahkan. Aku termentahkan, Kamu sudah tak menggunakan logika.

Tenang, aku sudah menenang. Kau hanya pantas dikenang.

Traksin setrum

Patah dan lagi-lagi dipatahkan. Tersenyum meilhat penderitaan. Menertawakan hidup kini yang aku lakukan. Menyiasakan rindu yang tabah. Mengganti luka menjadi tawa. Mengganti benci menjadi suci. Untuk menemukanmu saja aku perlu mematahkan hati berkali-kali, Lalu kamu memilih meninggalkan? Aku hanya diam. Memendam benci dalam-dalam.Memikul rindu kuat-kuat.

Kamu memilih meninggalkan? Aku siap ditinggalkan.

Hidup kadang sebodoh itu. Jalan menuju kemana saja. Karna aku percaya cinta akan membawa pada tujuan. Menuju terang benerang. Meninggalkan yang gelap. Terlelap kemudian menggelap. aku paham bahwa cinta adalah terang. Berjalan dan berjalan diantara lampu taman. menyisakan isak isak tangis. karna kau sudah mulai gelisah. Atas semua rindu yang tersisa. dan semua putus asa yang terasa. Meninggalkan adalah cara terbaik katamu.

Kamu memilih melupakan? Aku siap dilupakan.

Menyempatkan rasa gelisah, untuk singgah. Menunggu semua kabar, menunggu rindu terbalas. Sampai kapan? Entah. Ka…

Algeligra Distilasi