Posts

Showing posts from August, 2019

Kami Bukan Monyet, Kami Indonesia

Image
Sang pembawa berita menyibukan diri dengan berbagai kutipan tentang Keadilan, Masyarakat digital menyebarkan membabi buta tanpa mengkaji informasi dan berorasi pasi menuntut hak asasi. Nasionalis namun pasif, Aktif namun kontrakdiktif. Kata tajam bak senjata menjadikan mulutnya hewan tak beroda. Monyet, Babi, Anjing, Selangkangan terlontar dengan sengaja. Membuat kericuhan yang berimbas pada persatuan. Pakaian rapih berseragam mematahkan semangat kesatuan. Sampai kapan perihal Agama, Ras, dan keyakinan di korbankan? Sampai merah putih dibubarkan? Apa salahnya hidup berdampingan dan beriringan, Kembalikan kedamaian, kembalikan rasa aman. Kekuasaan menjadikan dirinya kesetanan. Berteriak lantang tentang kemerdekaan sebagai janji sehidup semati. Berikrar menjaga Republik atas nama bangsa. Kita ini indonesia, satu nusa, satu bahasa. Berhenti berkelahi, mulai memperbaiki. Mendidik tanpa perlu menghardik, membina tanpa perlu menghina, menuntun tanpa perlu menuntut. Perbedaan bukan u

Belajar Membenci

Image
Tentang bagaimana caranya saling melepaskan genggaman dan meluapkan kata, kita. Menuju malam-malam yang kelam, aku berada diantara senja. Sepi-sepi, Mati-mati. Memanggil diriku sendiri yang mulai jauh padanya yang aku kira rumah. Kepulangan yang pasi, kenangan yang basi. Aku kenakan jubah yang selama ini aku letakan di dalam lemari kamar. Menggali ide liar, menuangkan dalam ketikan regulasi pijar. Menyimpulkan arti kesepian, yang sebenarnya hanya persepsi yang merusak keadilan. Kepedulian hilang tanpa arahan makna tunggal. Mataku terperangah, pada titik nostalgia yang aku rasa percuma. Aku menitipkan doa, Tuhan memangkunya dengan iba. Aku hanya sedang terjebak pada apa yang bukan aku. Depa pelukan lari, duka luka nyeri. Pada jajaran nestapa kini, aku hanya berserah diri. Memastikan tidak akan ada lagi kedatangan yang memabukkan. Aku tuangkan secangkir senda gurau pada cangkir kaca besar. Tidak akan habis, bila ku teguk sampai tiris. Sisipkan catatan perjalanan pada dinding-dindin