Diseluruh tempat lagu cinta terdengar sama.

Entah dalam jangka dan kurun waktu berapa lama, kau baru membacanya. Doaku sepanjang ini ku utarakan untukmu, atas segala circa sisa-sisa harap dan rindu itu. Selama itu dan semampuku itu pula ku berusaha baik-baik saja. Bagaimana kabarmu? Baik-baik saja, kan? Ku harap senantiasa dan selalu. Bagaimana pertemuan dengan orang-orang baru itu? Menyenangkan ya? Maaf jika masih mendengar atau melihatmu dari kejauhan. Bagaimana dengan mimpi-mimpimu itu? Sudah terealisasikan, ya? Aku turut senang sekaligus bangga. Semua berjalan lebih terarah ya? Lebih cepat daripada berdua. Sudah sesuai dengan maumu, kan? Maaf tidak ku temani, kamu bisa dan kuat kok. Maaf tidak ku perjuangkan, langkahku begitu berat dengan segala beban dipundak. Kau tidak layak ku ikut sertakan. Begitu banyak yang kutemui, sakit atau senang lagi. Kau tau aku kuat, kan? Hari kemarin, aku begitu banyak belajar untuk lebih tepat menapaki jejak-jejak janggal yang baru. Apa ayahmu masih sering melarangmu melakuka...