Quotes Catatan Juang karya Fiersa Besari (Book Review)

Source of Google images


Kembali hadir karya dari sang panutan kaula muda-mudi, Setelah buku Konspirasi Alam Semesta hadir dipermukaan dengan ceritanya yang amat sangat menendang hati. Cerita tentang dua anak manusia yang saling dipertemukan, dan dipisahkan dengan cara yang tak terduga. Kini bung Fiersa Besari panggilan akrabnya kembali menghadirkan karya yang berjudul "Catatan Juang", Buku ini menggedor hati saya. Tentang cinta. Tentang Alam. Tentang Dunia. serta pikiran-pikiran bung Fiersa Besari yang tak terduga.

Beliau selalu menghadirkan karya-karya baru, dengan haru. dengan sendu, dan bahkan dengan rindu. sosok Fiersa Besari yang rendah hati. bahkan kadang suka tidak jelas. ketidakjelasan beliau terlihat pada instastory-nya. Kepedulian-nya terhadap sesama juga harus menjadi panutan. Selamat membaca. Selamat menangis. Selamat Bahagia.

baca juga :
Review film Dilan 1990, Quotes Dia adalah Dilanku 1990

Jason Ranti dengan Album "Akibat Pergaulan Blues"

Berikut Quotes yang ada didalam buku Catatan Juang :
  1. Jangan lupa bahwa manusia mempunyai mimpi-mimpi untuk diraih, bukan dibunuh atas nama tuntutan hidup. Dan jangan lupa bahwa Tuhan menciptakanmu berjalan di muka bumi ini untuk sesuatu yang baik, maka berbuat baiklah untuk sesama, melebihi kau berbuat baik untuk dirimu sendiri. (hal. 173)
  2. Hidup ini keras, buktikan dirimu kuat. Yang membedakan pemenang dan pecundang hanya satu: pemenang tahu cara berdiri saat jatuh, pecundang lebih nyaman tetap ada di posisi jatuh. (hal. 44)
  3. Orang pandai takkan memaksakan keyakinannya pada orang lain; orang yang pandai akan menerima perbedaan dan mampu berjalan beriringan dengan mereka yang tidak berprinsip sama. (hal.144)
  4. Pembenci adalah pengagum yang sedang menyamar. (hal. 203)
  5. Dan bukankah harta yang paling tak ternilai adalah persahabatan? Ketika seseorang yang tak kukenal membaca tulisanku, lalu merasakan apa yang ku sampaikan, aku telah bersahabat dengannya. (hal. 29)
  6. Dan untukmu yang baru saja akan mulai menulis, selalu ingat ini: menulis adalah terapi. Dan kita tidak perlu melakukannya agar terlihat keren dihadapan orang lain, atau berekspektasi punya buku yang diterbitkan penerbit besar. Menulis adalah sebuah kebutuhan agar otak kita tidak dipenuhi oleh feses pemikiran. Maka, menulislah. Entah itu di buku tulis, daun lontar, prasasti, atau bahkan media sosial, menulislah terus tanpa peduli karyamu akan dihargai oleh siapa dan senilai berapa. Menulislah meski orang-orang mengejekmu. Menulislah agar kelak saat kau meninggal, anak-cucumu tahu bahwa suatu ketika engkau pernah ada, pernah menjadi bagian dari sejarah. (hal. 198)
Jangan berhenti berkarya, jangan berhenti berharap. Saat kita diatas terkadang suka lupa kita berasal dari mana. Aku ingin hidup. terus menerus sampai aku jadi aku yang sebenarnya.
Untuk beli bukunya bisa disini Catatan Juang

Comments

Popular posts from this blog

Quotes Konspirasi Alam Semesta (Book Review)

Buku Arah Langkah karya Fiersa Besari (Book Review)