Pagi, Abu-abu.

"Senang melihatmu bahagia, Terus berbahagia setiap harinya ya" Kata lelaki berwajah matahari, kemudian kembali tenggelam. Akankah aku mencapaimu yang menjulang? Dan maukah kau ikut bersamaku yang jurang? Sinar kembali cemerlang, menerangi seisi bumi yang kehilangan binar. Lelaki penuh kesialan menempati dirinya diberanda kosong tak bertuan. Menggambarkan beberapa peristiwa selanjutnya. Kericuhan isi kepala, Adu kata dan kita. Kehilangan beribu kedatangan. Mengais masa lalu yang tercecer diporos-poros semesta. Membuka lagi luka yang tak kunjung sembuh. Mengobatinya kembali. Membasuhnya, merawatnya, hingga luka kembali basah. Samar mata dipagi hari, mengucaknya hingga hilang. kehilangan diri sendiri. mencoba mencari arti dari setiap kejadian. Warna awan yang tak lagi biru, kelabu mendung yang sebentar lagi diguyur hujan. Kemarau yang akan segera berlalu.bertumbuh layaknya benalu. Diabaikan kehidupan, diabadikan yang tak abadi. Kehilangan dirasa pembelajaran. rindu yang bertumpu...