Sunyi di Dinding Kamar

Sejauh apapun kau berlari menjauhiku, aku tidak akan pudar. Pelantaran rumahku dihiasi senyumanmu. Tidak pergi dan tidak kembali. Memunggungi-ku lagi dan terus menerus. Aku tak merasa sepi, hatiku ialah kebun ingatan.Kau boleh mengunjungi, lalu meninggalkan. Kelakar pikiran di tepi kenestapaan membawaku terbang menembus awan. Jika kau tersadar kau memabukkan, tuangkan lagi secangkir senda gurau. Agar ku mampu bertahan hidup lebih lama dari selamanya. Kelak, jika aku mampu mencapai segala bising yang terurai di sebagian ingatan. dan memungutinya satu persatu tanpa ada paksaan. Ku mau ditemanimu. Sepi dan sunyi biarlah pergi. Menyusuri jalannya sendiri. Tiba saatnya ku terjatuh tanpa bersuara, ku harap kau tetap bersamaku. Menopang segala cemasku, merebahkan semua egoku. Menenangkan damai duniaku. Bisakah kau berjanji tuk malam ini? Jaga tidurku sampai aku terbangun tanpa ada satupun rasa sakit. Terlalu egois memang, Namun apa kau mau meninggalkan-ku juga tanpa suara? Sesungguhnya...